Perjalanan derita yang dialami Sang Raja Damai “Yesus Kristus” dalam jalan salib sucinya yang pada akhirnya membawa Dia kepada kematian dan kemudian bangkit lagi mengalahkan kematian pada hari ketiga telah menyadarkan kita akan “keilahianNya”. Dia telah menunjukan teladan iman yang begitu berharga, bagi kita…ya bagi kita umat manusia bahwa ketaatan terhadap “Sang Bapa” yang begitu Dia cintai amatlah diutamakan.
Kehidupan ini begitu fana dan kalau diumpamakan adalah merupakan jalan salib yang harus kita lalui dengan sabar dan tabah. Sudah pasti bahwa banyak derita yang akan kita alami, jatuh dan terhina, tercambuk bahkan diludahi adalah merupakan bagian dari jalan salib kita. Siapkah kita “gagal” ? siapkah kita “terhina” ? sudah tertulis bahwa apa yang akan dialami Sang Hamba (kita manusia) tidak akan lebih besar dari Sang Raja “Yesus / Isa Almasih”. Relakah kita berdoa untuk orang yang telah menyakiti bahkan menyalimi kita ?
“Jangan takut..Dia yang kamu cari, Yesus Kristus telah mendahului kamu ke Galilea ” ” khabarkan berita ini kepada para murid-Nya dan Petrus” Kata malaikat kepada Santa Maria Magdalena. Sebuah pesan yang keramat dan berahmat, ya begitulah Tuhan, Dia selalu mendahului kita, membuat rencana yang terbaik buat kita selalu menunjukan jalan bagi kita untuk dapt bertemu dengan-Nya.
Kegagalan atau apa saja yang tidak mengenakan hati kita bukanlah sebuah hal yang mematikan semangat hidup kita. “Jangan takut, Dia sudah mendahului kamu ke Galilea” ya begitulah dengan Tuhan, kegagalan adalah suatu tanda bahwa rencana kita adalah bukan rencana Dia, ada rencana yang lebih besar yang telah disiapkan untuk kita, tinggal sekarang bagaimana kita menyikapinya, apakah kita ke Galilea atau tetap tinggal dalam duka nestapa.