Malam itu saya duduk sendirian diberanda rumah sambil melihat kelap kelip para bintang nun jauh diatas sana menghiasi gelapnya sang malam. Alangkah indahnya mereka, bercahaya dan banyak menyimpan arti. Saya bertanya dalam hati, “apakah surga yang didam-idamkan semua orang termasuk saya ada disana ?”. Lama saya terdiam dalam keheningan yang semakin larut.
“Mereka tak pernah berhenti bersinar”, gumamku dalam hati, “Merekapun tak tahu untuk siapa mereka ada, mereka terus bersinar seperti tak kenal lelah sampai Sang Fajar datang”. Oh alangkah indahnya cahaya-cahaya itu, berkelap kelip seakan memberi tanda dan berkata, “Frans kamu tidak sendirian disini”, sebuah sapaan yang manis lembut menenangkan jiwa.
Saya terus terdiam membisu dalam lamunanku tentang para bintang itu, “Mereka semua memiliki kerendahan hati”, bekerja dan bekerja tanpa kenal lelah dan pamrih, “Apakah Sang hidup menuntut kita untuk bersikap seperti itu ?”.
Ahhhhhh pikiranku semakin kusut, lalu kuambil sebatang rokok untuk kunikmati tanpa tahu apa yang harus kupikirkan lagi. Semangatku menantangku “Apakah kamu bisa seperti Sang Bintang ?”………….”Oh, tentu sahabatku, akan kuusahakan “.
Waduh Frans dirimu puitis banget yah, kamu kok dr dulu sukanya kalau dah suntuk pst rokok yg menemani kan???? Yah kalau menurutku kalau dirimu dah lihat bintang yg bersinar yah jgn lupalah smbl nyanyi bintang kecil jg dong, ha ha ha…..