Memilih Wakil Rakyat Dengan Benar
Saat ini kita sering mendengar obrolan tentang figur-figur wakil rakyat yang akan tampil pada pemilihan mendatang. Figur-figur ini oleh para tim suksesnya dikatakan layak dipilih dan layak menjadi wakil rakyat untuk periode mendatang. Sejuta kekuatan dan kelebihan dari para figur ini banyak diumbar, apa kenyataannya seperti itu ? menjadi wakil rakyat bukanlah pekerjaan gampang, sangatlah memprihatinkan apabila hal ini dijadikan “lahan” untuk mencari pekerjaan atau penghasilan.
Sosok seorang wakil rakyat menurut saya adalah sosok yang sudah bisa menjadi dirinya sendiri, atau secara singkat dapat dikatakan bahwa wakil rakyat adalah sosok yang sudah bisa mengatur dirinya sendiri baik secara finansial, mentalitas dan lain-lain dapat dikatakan mereka sudah berkecukupan. Secara finansial, mereka sudah tidak kekurangan duit lagi, mereka sudah berkecukupan dan secara mentalitas mereka adalah sosok-sosok yang patut dicontohi dan diteladani, dan lain lain mereka adalah jagonya.
Saya mencoba mencermati proses yang dibangun yang sekarang sedang terjadi di Kabupaten Sumba Timur. Menurut saya, proses yang dibangun telah salah jalan, peran mengkampanyekan sebenarnya harus lebih dimainkan oleh para Parpol tempat dimana para wakil rakyat itu bernaung. Kenyataan yang terlihat di Kabupaten Sumba Timur adalah peran Parpol sama sekali tidak terlihat, justru para kandidat wakil rakyat inilah yang banyak berkampanye. Hal ini apabila dikritisi, kinerja parpol tidak ada. Nah, bagaimana pendapat kita mengenai hal ini, kinerja parpol saja sudah tidak benar apalagi kinerja para wakil rakyatnya. Geerrrrr ??? dapat dikatakan siapa yang percaya kalau diri sendiri berkata untuk diri sendiri.
Tapi tak mengapalah, proses yang dibangun bisa melalui kiat apa saja yang terpenting kita sebagai rakyat yang mempunyai hak pilih harus “jeli” jangan salah pilih karena kalau salah pilih berarti pembangunan daerah mundur lima tahun. Kita harus bisa memilih figur yang bisa mengayomi kita sebagai rakyat, pembangunan harus dijalankan sesuai rencana Pemerintah Daerah dengan semangat untuk mensejahterakan rakyat, sehingga tujuan demokrasi itu bisa tercapai, “dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat”.
Sumba Timur adalah daerah yang baru membangun. Selepas kepergian Pak Mehang (Bupati Sumba Timur 2000-2005 dan 2005-2010) menghadap Sang Penciptannya diharapkan pembangunan tetap berjalan dengan baik, kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama dari pembangunan itu sendiri. Menyikapi pernyataan tersebut, kita sangat membutuhkan sosok Wakil Rakyat yang siap membela hak-hak rakyatnya apabila terjadi kesalahan dan penyimpangan kebijakan yang terjadi. Para Wakil rakyat yang dipilih harus pintar, berpengalaman, berani dan bertanggungjawab dan diharapkan dapat menjadi “rival” pemerintah yang baik dan bertanggungjawab.
Wahai masyarakat Sumba Timur, pilihlah wakil rakyatmu dengan “baik”, jauhkan pikiranmu dari berbagai kepentingan yang berhubungan dengan SARA. Pastikan pilihanmu adalah “tepat” dan dapat “dipertanggungjawabkan”.
Salam,
Frans